Tuesday, January 24, 2017

Baca Ayat Kursi Arab, Latin, dan Terjemahan




gambar ayat kursi - kaligrafi ayat kursi
gambar kaligrafi ayat kursi

Ayat Kursi Arab


ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Ayat Kursi Latin

Allohu laa ilaaha illa huwal hayyul qoyyum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasfa’u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum. Wa laa yuhithuuna bi syai-in min (dengung) ‘ilmihii illaa bi maasyaa-a.wasi’akursiyyuhussamaawaati wal ardh. Wa laa ya-udhuu hifzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul azhiiim. 

Terjemahan Ayat Kursi

 Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Quran Surah Al Baqarah ayat 255)

Note: Video untuk dengarkan ayat ini ada dibawah.
-------------------------------

Manfaat dan Keutamaan Ayat Kursi

Sumber: IbnuMajah.com
Dengan Judul: Keutamaan Membaca dan Merenungkan Ayat Al-Kursi  
Oleh: Ustadz Abdullah Taslim al-Buthoni, MA
Disalin dari Majalah as-Sunnah Ed. 12 Th. XVIII_1436H/2015M
 عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ رضي الله عنه: قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : يَا أَبَا الْمُنْذِرِ! أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ؟ قَالَ: قُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: يَا أَبَا الْمُنْذِرِ! أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ؟ قَالَ: قُلْتُ: اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ... قَالَ: فَضَرَبَ فِي صَدْرِي وَقَالَ: وَاللَّهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ.

Dari Ubay bin Ka'ab رضي الله عنه beliau berkata, "Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda (kepadaku), "Wahai Abul Mundzir (Ubay bin Ka'ab), apakah kamu mengetahui ayat apakah yang paling agung dalam a-Qur’an yang ada padamu (yang kamu hafal)?". Aku menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahuinya". Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda (lagi), "Wahai Abul Mundzir, apakah kamu mengetahui ayat apakah yang paling agung dalam a-Qur’an yang ada padamu (yang kamu hafal)?". Maka aku berkata," (Ayat al-Kursi) Allah tidak ada sembahan yang benar kecuali Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri sendiri dan menegakkan makhluk-Nya.. ." (QS. al-Baqarah:255). Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم menepuk dadaku dan bersabda, 'Demi Allah, ilmu akan menjadi kesenangan bagimu, wahai Abul Mundzir!'". (HR. Muslim: 810)
PENJELASAN SINGKAT
Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan membaca dan merenungkan Ayat  al-Kursi, karena ayat ini khusus menjelaskan tentang nama-nama Allah عزّوجلّ yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha tinggi, dan semua ayat atau surah dalam al-Qur’an yang kandungannya seperti ini kedudukannya lebih utama dan lebih mulia dibandingkan dengan yang lain.[1]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata, "Di dalam al-Qur’an terdapat penjelasan (tentang) nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan Allah عزّوجلّ yang lebih banyak dari penjetasan (tentang) makanan, minuman dan pernikahan di surga. Dan ayat-ayat yang mengandung penjelasan nama-nama dan sifat-sifat Allah عزّوجلّ lebih utama kedudukannya daripada ayat-ayat (tentang) Hari Kemudian. Maka, ayat yang paling agung dalam al-Qur’an adalah Ayat al-Kursi yang mengandung penjelasan nama-nama dan sifat-sifat Allah عزّوجلّ. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim dari Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, bahwa Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda kepada Ubay bin Ka'ab رضي الله عنه; beliau menyebutkan hadits tersebut di atas".[2]
FAIDAH AYAT KURSI DALAM HADITS
Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:
·           Arti Ayat al-Kursi sebagai ayat yang paling agung dalam al-Qur’an adalah pahala membaca dan merenungkannya lebih besar, makna yang dikandungnya lebih agung dan pengaruh menghayati isinya untuk menguatkan iman lebih besar dibandingkan ayat-ayat lainnya.[3]
·           Imam Ibnul Qayyim رحمه الله juga menjelaskan hal ini dalam ucapan beliau, "Sesungguhnya sebagian dari sifat dan perbuatan Allah عزّوجلّ lebih utama dari sebagian (yang lain)..., sebagaimana sifat rahmat-Nya lebih utama daripada sifat murka-Nya. Oleh karena itu, sifat rahmat-Nya mengalahkan dan mendahului (kemurkaan-Nya).
Demikian pula firman Allah عزّوجلّ yang (termasuk) sifat-Nya. Sudah dimaklumi bahwa (tentu saja) firman-Nya yang mengandung pujian bagi-Nya, menyebutkan sifat-sifat (kesempurnaan)-Nya dan (kewajiban) mentauhidkan-Nya (mengesakan-Nya dalam beribadah) lebih utama daripada firman-Nya yang berisi celaan terhadap musuh-musuh-Nya dan penjelasan (tentang) sifat-sifat (buruk) mereka.
Oleh sebab itu, surat al-lkhlash lebih utama daripada surat al-Lahab (al-Masad), dan surah al-lkhlash sebanding (pahala membacanya)  dengan (pahala membaca) sepertiga dari al-Qur’an[4]. (Demikian pula) Ayat Kursi adalah ayat yang paling utama dalam al-Qur’an..."[5]
·           Syaikh   Muhammad  bin  Shalih  al-'Utsaimin رحمه الله  berkata, "Hadits ini menunjukkan bahwa al-Qur’an berbeda-beda keutamaannya (satu ayat dengan ayat yang lain), sebagaimana ini juga ditunjukkan dalam hadits tentang surat al-lkhlash (di atas). Pembahasan masalah ini harus diperinci dengan penjelasan berikut: jika ditinjau dari (segi) zat yang mengucapkan/berfirman (dengan al-Qur’an), maka al-Qur’an tidak berbeda-beda keutamaannya, karena Dzat yang mengucapkannya adalah satu, yaitu Allah عزّوجلّ. Adapun jika ditinjau dari (segi) kandungan dan pembahasannya, maka al-Qur’an berbeda-beda keutamaannya (satu ayat dengan ayat yang lain). Surat al-lkhlash yang berisi pujian bagi Allah عزّوجلّ karena mengandung (penyebutan) nama-nama dan sifat-sifat Allah عزّوجلّ (tentu) tidak sama dari segi kandungannya dengan surat al-Masad (al-Lahab) yang berisi penjelasan (tentang) keadaan Abu Lahab.
Demikian pula al-Qur’an berbeda-beda keutamaannya (satu ayat dengan ayat yang lain) dari segi pengaruhnya (terhadap hati manusia) dan kekuatan/ketinggian uslub (gaya bahasanya). Karena kita dapati di antara ayat-ayat al-Qur’an ada yang pendek tetapi berisi nasehat dan berpengaruh besar bagi hati manusia, sementara kita dapati ayat lain yang jauh lebih panjang, akan tetapi tidak berisi kandungan seperti ayat tadi".[6]
Hadits ini juga menunjukkan keutamaan agung Shahabat Ubay bin Ka'ab رضي الله عنه dan ketinggian ilmunya.[7]



[1]     Lihat keterangan Imam Nawawi رحمه الله dalam Syarhu Shahih Muslim VI/94.
[2]     Dar'-u Ta'arudhil 'Aqli wan Naqli III/61.
[3]     Lihat keterangan Imam Nawawi رحمه الله dalam Syarhu Shahih Muslim VI/94.
[4]     HR. Al-Bukhari no. 4726, 4727 dan 6267 dan Muslim no. 811.
[5]     Syifaul 'Alil hlm. 272.
[6]     Syarhul 'Aqidatil Wasithiyyah I/164-165.
[7]     Lihat Syarhu Shahih Muslim VI/93.

Semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk ajak orang lain membaca juga dengan share ke berbagai sosial media.

No comments:

Post a Comment